Bert Ruins Everything

“Komedi Romantis Remaja tentang Cinta Pertama yang Tak Pernah Sederhana” 

Bert sabbar allt

Bert sabbar allt (Bert Ruins Everything) karya sutradara Manuel Concha merupakan komedi remaja asal Swedia yang mengangkat dinamika masa pubertas dengan pendekatan ringan, hangat, dan penuh humor. Diadaptasi dari karakter populer Bert yang telah lama dikenal dalam budaya pop Swedia, film ini mengikuti perjalanan seorang remaja yang berusaha memahami cinta pertama, persahabatan, serta berbagai perubahan yang datang bersamaan dengan proses tumbuh dewasa. Alih-alih menghadirkan drama yang berlebihan, Concha memilih menyampaikan kisahnya melalui momen-momen keseharian yang terasa akrab dan mudah dikenali.

Tokoh Bert digambarkan sebagai remaja yang kikuk, penuh rasa ingin tahu, dan kerap mengambil keputusan impulsif demi mendapatkan perhatian dari orang yang ia sukai. Berbagai kesalahan yang ia lakukan justru menjadi sumber kelucuan sekaligus pelajaran tentang bagaimana menerima diri sendiri. Film ini berhasil menangkap kecemasan, rasa malu, dan kegembiraan yang sering kali menyertai masa remaja tanpa menghakimi karakternya. Humor yang hadir terasa alami karena lahir dari situasi dan interaksi antar tokoh, bukan sekadar lelucon yang dipaksakan.

Sebagai sutradara, Manuel Concha menjaga ritme film tetap ringan dengan visual cerah dan penyutradaraan yang energik. Penggunaan musik, warna, dan tempo penyuntingan memperkuat nuansa ceria yang menjadi identitas film. Di balik tampilannya yang menghibur, Bert sabbar allt tetap menyelipkan pesan mengenai pentingnya kejujuran, keberanian menghadapi kegagalan, dan arti persahabatan dalam proses pencarian jati diri. Film ini menunjukkan bahwa kesalahan adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan menuju kedewasaan.

Pada akhirnya, Bert sabbar allt merupakan tontonan keluarga yang menyenangkan sekaligus nostalgia bagi penonton dewasa yang pernah mengalami masa-masa remaja yang canggung. Manuel Concha berhasil menghadirkan film yang sederhana namun tulus, mengingatkan bahwa di balik setiap kekacauan yang dibuat seorang remaja, selalu ada proses belajar untuk menjadi pribadi yang lebih matang. Dengan perpaduan komedi, romansa, dan pesan tentang pertumbuhan, film ini menjadi hiburan yang hangat sekaligus relevan bagi berbagai generasi.

@100persenmanusia 100% Manusia Film Festival is back for its 10th edition! 🎬

📍Jakarta • Bali • Yogyakarta

🗓️ 6–15 August 2026

50+ films, inspiring fringe events, and yes—everything is FREE. 👀

Mark your calendars and stay tuned. We’ve got a decade worth celebrating. 

#100PMFF26 #ADecadeofLoveLanguage #100PersenManusia

By:


Tinggalkan komentar