
“Kembalinya Sang Ratu Ilmu Hitam Thailand yang Lebih Brutal dan Mencekam”
PANOR 2
Di tahun 2026, sinema horor Thailand kembali membuktikan taringnya lewat “Panor 2”. Sutradara Putipong Saisikaew, yang sudah lama dikenal sebagai maestro di balik kengerian seri Art of the Devil, kembali turun tangan untuk menghidupkan kembali karakter ikonik Ajaan Panor. Film ini bukan sekadar sekuel horor biasa ini adalah sebuah perayaan “gore” yang artistik sekaligus eksplorasi psikologis terhadap karakter yang paling dibenci sekaligus dikasihani dalam sejarah klenik layar lebar Thailand.
Cerita kali ini mengambil latar bertahun-tahun setelah kejadian tragis di masa lalu. Panor digambarkan sebagai sosok yang terjebak dalam lingkaran setan ilmu hitam yang ia ciptakan sendiri. Plotnya menjadi semakin menarik ketika sekelompok pemuda secara tidak sengaja membangkitkan kutukan lama yang memaksa Panor kembali melakukan ritual-ritual ekstrem untuk mempertahankan jiwanya. Putipong dengan cerdas tidak hanya mengandalkan kejutan visual, tetapi juga membangun tensi melalui atmosfer pedesaan Thailand yang lembap, gelap, dan penuh rahasia.
Visualisasi dalam Panor 2 benar-benar naik kelas di tahun 2026. Penggunaan efek praktis yang dipadukan dengan pemolesan digital modern membuat adegan-adegan ikonik seperti jarum di bawah kulit atau ritual darah terasa jauh lebih nyata dan menyakitkan untuk dilihat. Akting pemeran utama yang kembali membawakan karakter Panor tetap menjadi kekuatan utama; ia berhasil menampilkan transisi dari seorang guru yang lembut menjadi monster haus darah dengan sangat mulus. Film ini adalah pengingat bagi penonton bahwa dalam dunia ilmu hitam, tidak ada pemenang, yang ada hanyalah penderitaan yang kekal.
