Highest 2 Lowest

“Interpretasi Tajam dari Kesenjangan Sosial, Moralitas dan Harga Sebuah Nyawa”

Highest 2 Lowest

“Highest 2 Lowest” adalah film Spike Lee dan aktor legendaris Denzel Washington, yang sekaligus menjadi interpretasi ulang modern dari thriller kriminal klasik Jepang tahun 1963, High and Low karya Akira Kurosawa. Lee memindahkan latar cerita tentang dilema moral dan kesenjangan sosial ini dari Jepang pascaperang ke dunia industri musik New York yang mewah dan jalanan kota yang keras. Washington berperan sebagai David King, seorang mogul musik yang dikenal memiliki “telinga terbaik dalam bisnis ini,” yang hidup di puncak kemewahan.

Plot dimulai ketika King, yang sedang berjuang untuk membeli kembali kendali label rekamannya, menerima telepon tebusan. Penculik mengklaim telah menculik putranya, Trey. Namun, terungkap bahwa korban penculikan yang salah sasaran adalah Kyle (Elijah Wright), putra dari sahabat lama sekaligus sopir King, Paul Christopher (Jeffrey Wright). King dihadapkan pada dilema moral yang ekstrem: membayar uang tebusan sebesar $17,5 juta yang akan menghancurkan kekayaan dan rencananya untuk kembali menguasai perusahaannya demi anak sahabatnya, atau menolak dan membiarkan anak itu terbunuh. Film ini dengan tajam menggambarkan bagaimana King, yang awalnya dingin dan diperhitungkan, dipaksa untuk menghadapi batasan moralnya dan ketimpangan sosial yang membuat orang-orang di sekitarnya rela mengambil tindakan ekstrem.

Highest 2 Lowest menampilkan kritik sosial yang tajam terhadap kapitalisme modern, rasisme sistemik, dan ilusi meritokrasi. Sinematografinya mencerminkan dualitas dunia keduanya New York bagian atas digambarkan penuh warna neon dan kemewahan artifisial, sementara Bronx dipenuhi nuansa kelam, tekstur kasar, dan realisme sosial yang memukul. Transisi antar dunia ini diperkuat dengan editing ritmis dan scoring hip-hop orkestra hasil kolaborasi dengan Terence Blanchard, menciptakan perpaduan yang menggetarkan antara visual dan musik.

Gaya khas Spike Lee terasa kental dalam film ini, terutama dalam pendekatan estetik dan penggunaan musik yang stylish. Lee menyuntikkan nuansa hip-hop modern, menampilkan A$AP Rocky sebagai penculik yang penuh dendam (Yung Felony) dan Ice Spice. Musik menjadi elemen integral, bertransisi secara dinamis, kadang terasa seperti video klip, yang membedakannya dari Drama Crime konvensional. Babak pertama film didominasi oleh drama psikologis di penthouse King, sedangkan paruh kedua menjadi pengejaran procedural yang menelusuri ketimpangan dari highest (gedung pencakar langit) ke lowest (jalanan kumuh). Meskipun beberapa adegan terasa dipaksakan dan alur ceritanya lebih gamblang dibanding film aslinya, chemistry antara Washington dan Wright yang solid, serta visualisasi kontras sosial yang provokatif, membuat Highest 2 Lowest menjadi Drama Crime yang unik dan beresonansi dengan isu-isu kontemporer.

By:


Tinggalkan komentar