The Conjuring: Last Rites

“Cermin Antik Minta Tumbal”

The Conjuring: Last Rites

“The Conjuring: Last Rites” dibuka dengan latar 1964: Ed dan Lorraine mengalami pengalaman supranatural di sebuah toko barang antik yang melibatkan sebuah cermin kuno, dilanjutkan dengan kelahiran yang traumatis dan sebuah tantangan spiritual besar. Lantas, giliran keluarga Smurl yang bergerak di garis depan: Jack, Janet, dan empat putrinya menghadapi gangguan-gangguan menyeramkan setelah memasang kembali cermin tersebut di rumah baru mereka. Peristiwa-peristiwa yang terjadi bersifat paralel antara penderitaan keluarga Smurl dan kecemasan personal Lorraine sampai akhirnya klimaks yang menggabungkan emosional dan supranatural. Film ini diklaim menjadi kasus terakhir dan paling berbahaya yang dihadapi oleh Ed dan Lorraine Warren. Alih-alih mengandalkan jumpscare murahan, Last Rites berfokus pada pembangunan atmosfer yang mencekam dan horor psikologis.

Seperti yang diharapkan, penampilan Vera Farmiga dan Patrick Wilson sebagai Lorraine dan Ed Warren tetap menjadi kekuatan utama film ini. Chemistry mereka yang kuat dan kemampuan mereka untuk menghidupkan kembali karakter-karakter ikonik ini membawa kedalaman emosional yang signifikan, terutama karena film ini juga menyentuh tema-tema pribadi, seperti hubungan Ed dan Lorraine dengan putri mereka. Meskipun demikian, ada kritik yang menyebutkan bahwa alur cerita terasa terlalu familiar dan tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru bagi penggemar setia, menjadikannya penutup yang solid, tetapi tidak inovatif.

Secara keseluruhan, The Conjuring: Last Rites adalah penutup yang layak untuk waralaba utama ini, namun tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi untuk menjadi “yang terbaik” atau “yang paling menakutkan.” Namun, bagi penonton yang mencari gebrakan baru dalam genre horor, film ini mungkin terasa seperti mengulang formula yang sudah usang.

By:


Tinggalkan komentar