
“Southern Gothic Apik dengan Musik Blues yang Berdarah”
Sinners
“Sinners” adalah film horror epik bertema Southern Gothic yang disutradarai oleh Ryan Coogler (Black Panther, Creed). Berlatar pada tahun 1932 di Delta Mississippi yang penuh gejolak di era Jim Crow, film ini secara cerdik menggabungkan ketegangan drama periode dengan kengerian supranatural, menciptakan tontonan yang kaya secara tematik dan brutal dalam aksinya. Cerita berpusat pada saudara kembar veteran Perang Dunia I, Elijah “Smoke” dan Elias “Stack” Moore (keduanya diperankan secara ganda yang luar biasa oleh Michael B. Jordan). Setelah tujuh tahun bekerja untuk sindikat kejahatan Al Capone di Chicago, mereka kembali ke kampung halaman untuk membuka “juke joint” di bekas pabrik gergaji, yang diharapkan menjadi tempat pelarian dan kebebasan bagi komunitas kulit hitam setempat. Namun, kembalinya mereka—dan musik blues yang dimainkan oleh sepupu mereka, seorang musisi berbakat bernama Sammie (Miles Caton) secara tidak sadar menarik perhatian jahat yang jauh lebih tua dari rasisme di Selatan: sekelompok vampir yang dipimpin oleh Remmick (Jack O’Connell).
Coogler menggunakan premis horor-kriminal ini untuk mengeksplorasi isu-isu yang mendalam tentang sejarah rasial Amerika, pentingnya garis keturunan dan warisan budaya, serta pengorbanan yang diperlukan untuk kebebasan. Alih-alih hanya menyajikan jumpscare, Sinners membangun suasana yang mencekam melalui sinematografi IMAX 65mm yang memukau, yang memberikan tekstur mendalam pada lanskap Southern Gothic. Meskipun beberapa kritikus merasa film ini terkadang terlalu ambisius dan berlarut-larut dalam membangun dunianya, kekuatan terbesarnya terletak pada perpaduan genre yang unik. Sinners berhasil menggabungkan isu identitas, warisan budaya, rasisme, dan bagaimana masyarakat kulit hitam membangun ruang ekspresi melalui musik.
