Finch

“Saat Kasih Sayang Menjadi Penuntun di Dunia
yang Hampir Punah” 

FINCH

“Finch” adalah film post-apocalyptic yang menawan dan menyentuh, sebuah karya yang membuktikan bahwa cerita paling mengharukan sering kali ditemukan dalam skala yang paling kecil. Disutradarai oleh Miguel Sapochnik (yang terkenal lewat serial Game of Thrones), film ini mengandalkan kekuatan akting brilian Tom Hanks dan ikatan emosional antara manusia, robot, dan seekor anjing. Film ini berlatar belakang di Bumi yang telah menjadi gurun setelah badai matahari merusak lapisan ozon. Finch Weinberg (Tom Hanks) adalah seorang insinyur robotika yang diyakini sebagai manusia terakhir yang masih hidup. Selama bertahun-tahun, ia bertahan hidup di dalam bunker bersama anjing kesayangannya, Goodyear. Sadar bahwa penyakitnya akan segera merenggut nyawanya, Finch membangun sebuah robot, Jeff (Caleb Landry Jones), untuk merawat Goodyear. Ketiganya kemudian memulai perjalanan berbahaya melintasi Amerika yang tandus, mencari tempat yang aman, sambil menghadapi badai mematikan dan kenyataan pahit dari dunia yang telah mati. Kekuatan utama “Finch” terletak pada karakternya. Tom Hanks memberikan salah satu penampilan terbaiknya, berhasil membawa seluruh beban emosional film ini di pundaknya. Tanpa kehadiran aktor lain, ia dengan luar biasa mampu mengisi layar dengan kerentanan, humor, is, dan ketakutan seorang pria yang harus meninggalkan segalanya. Interaksinya dengan robot Jeff, yang suaranya diisi oleh Caleb Landry Jones, adalah inti dari film. Hubungan mereka berkembang secara organik, dari rasa canggung hingga keakraban yang tulus. Meskipun bergenre fiksi ilmiah, film ini lebih menekankan pada drama dan hubungan antar-karakter daripada efek visual yang spektakuler. Namun, sinematografinya berhasil menangkap keindahan suram dari lanskap yang hancur. Setiap shot dari gurun yang luas dan langit yang penuh badai terasa puitis dan mencekam, mencerminkan kesepian yang mendalam dari Finch.

By:


Tinggalkan komentar