
“Keterbatasan dan Kasih Sayang yang Tak Bersyarat”
Summer Brother
“Zomervacht” adalah film tentang kasih sayang di antara dua saudara laki-laki. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Jaap Robben, film debut sutradara Joren Molter ini berhasil menghadirkan sebuah narasi yang tulus dan non-melodramatis tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan penerimaan. Film ini berpusat pada Brian (Jarne Heylen), seorang remaja yang harus melewati musim panasnya dengan merawat kakaknya, Lucien (Joël in ‘t Veld), yang memiliki disabilitas mental/fisik. Sang ayah Maurice (Micha Hulshof), yang kesulitan mengurus Luuk, memutuskan untuk meninggalkan keduanya di sebuah rumah caravan terpencil di pedesaan, tempat mereka harus mengurus diri sendiri. Hubungan mereka, yang awalnya tegang dan penuh beban bagi Brian, perlahan berubah saat mereka dipaksa untuk saling bergantung. Plot utama film ini adalah perjalanan Brian dan Luuk dalam menjalani hari-hari mereka. Keduanya berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, dengan tetangga yang curiga dan anak-anak desa lain yang mengejek. Di tengah itu semua, Brian belajar untuk melihat kakaknya bukan hanya sebagai beban, melainkan sebagai seorang manusia dengan emosi, keinginan, dan kebahagiaannya sendiri. Jarne Heylen memerankan Brian dengan kerapuhan dan sensitifitas yang luar biasa, sementara Joël in ‘t Veld memberikan penampilan yang sangat meyakinkan sebagai Lucien, tanpa terjebak dalam stereotip. Chemistry antara kedua aktor ini adalah inti dari film, membuat hubungan mereka terasa sangat otentik. Sutradara Joren Molter berhasil menyajikan cerita ini dengan kelembutan, namun juga jujur. Film ini tidak mencoba memanipulasi emosi penonton dengan musik yang dramatis atau adegan yang terlalu sentimental. Sebaliknya, ia membiarkan momen-momen kecil yang intim seperti saat mereka berenang di sungai atau berbagi makanan menjadi inti dari cerita. Sinematografinya yang hangat juga berhasil menangkap keindahan suram dari pedesaan Belanda di musim panas.
