
“Sebuah Perjalanan Mengenang Leluhur”
Tulang Belulang Tulang
“Tulang Belulang Tulang” adalah sebuah film yang unik dan segar disutradarai oleh Sammaria Simanjuntak, film ini berhasil memadukan humor yang cerdas dengan tradisi budaya Batak yang kental, menciptakan sebuah tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna. Keluarga Batak yang dipimpin oleh Mami Laterina (Atiqah Hasiholan) berangkat dari Bandung menuju Danau Toba, Sumatera Utara, untuk menjalankan upacara adat Mangokal Holi, yaitu memindahkan tulang belulang leluhur ke tanah adat mereka. Namun, masalah muncul ketika koper berisi tulang leluhur (Tulang Tua, sang kakek buyut) hilang di bandara, perjalanan yang seharusnya sakral ini berubah menjadi serangkaian kejadian kocak dan dramatis yang menguji hubungan mereka sebagai keluarga. Di tengah kekacauan dan konflik, mereka dipaksa untuk kembali terhubung dengan akar budaya mereka dan makna sebenarnya dari kekerabatan. Demi menyelamatkan kehormatan keluarga dan supaya upacara tetap bisa digelar sesuai adat, mereka memulai pencarian road trip yang penuh lika-liku: melewati jalanan pegunungan, hutan, menghadapi cuaca ekstrem, bahkan hal-hal yang lucu dan penuh drama. Kekuatan terbesar “Tulang Belulang Tulang” terletak pada otentisitasnya. Sammaria Simanjuntak, yang juga berasal dari suku Batak, menyajikan tradisi dan dinamika keluarga dengan sangat jujur dan mendalam. Film ini tidak mencoba menjelaskan setiap ritual atau istilah Batak, melainkan membiarkan penonton merasakannya secara langsung. Hal ini menjadikan pengalaman menonton terasa intim dan personal. Humornya pun terasa sangat alami, sering kali muncul dari perbedaan pandangan antara tradisi kuno dengan kehidupan modern. Sebuah persembahan yang hangat tentang identitas, keluarga, dan bagaimana tradisi dapat menjadi jangkar di tengah arus modernitas. Film ini adalah bukti bahwa cerita-cerita lokal dengan sentuhan personal dapat memiliki resonansi universal yang kuat.
