Juliette in Spring

“Sebuah Puisi tentang Kekacauan Keluarga yang Menghangatkan Hati” 

Juliette in Spring

“Juliette in Spring” adalah film yang menghadirkan potret keluarga yang begitu otentik dan menyentuh. Disutradarai oleh Blandine Lenoir, film ini mengajak penonton untuk masuk ke dalam pusaran emosi yang campur aduk—antara tawa, air mata, dan kehangatan yang tak terduga—yang seringkali menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga. Film ini berpusat pada Juliette (diperankan oleh Izïa Higelin), seorang ilustrator buku anak-anak yang dilanda kelelahan dan insomnia akibat tekanan hidup di kota. Demi mencari ketenangan, ia memutuskan untuk kembali ke rumah keluarganya di pedesaan selama beberapa hari. Namun, niatnya untuk beristirahat justru membawanya ke dalam sebuah reuni keluarga yang penuh dengan kekacauan dan dinamika yang kompleks. Di sana, Juliette disambut oleh ayahnya (Jean-Pierre Darroussin) yang pendiam namun penuh humor, ibunya (Sophie Guillemin) yang eksentrik dan penuh semangat, saudara perempuannya yang sedang berada di tengah krisis eksistensial, dan neneknya yang mulai pikun. Kepulangannya memicu terungkapnya rahasia-rahasia lama dan kenangan yang terpendam, memaksa setiap anggota keluarga untuk menghadapi diri mereka sendiri dan satu sama lain. Di tengah semua itu, Juliette juga bertemu dengan Pollux, seorang pemuda puitis yang memberikan secercah cahaya baru dalam hidupnya. Film ini merupakan persembahan tulus tentang arti keluarga, penerimaan, dan menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Jika Anda mencari film yang hangat, menyentuh, dan penuh dengan kebenaran emosional, “Juliette in Spring” adalah tontonan yang sangat direkomendasikan. Ini adalah sebuah pengingat bahwa di balik segala kekacauan, ikatan keluarga adalah tempat di mana kita dapat menemukan kekuatan dan kenyamanan sejati.

By:


Tinggalkan komentar