
“Suara Perang yang Menggema”
Intercepted
“Intercepted” adalah sebuah film dokumenter yang tidak konvensional dan sangat menggugah. Karya sutradara Oksana Karpovych ini bukanlah film perang yang biasa, melainkan sebuah instalasi seni audio-visual yang menghantui dan puitis. Film ini menghadirkan kengerian konflik dengan cara yang unik: menggabungkan rekaman percakapan telepon tentara Rusia yang dicegat dengan gambar-gambar diam dari puing-puing perang di Ukraina. Film ini tidak memiliki narasi linear, melainkan membangun ceritanya melalui kontras yang brutal. Di satu sisi, ada suara-suara yang direkam dari telepon para prajurit Rusia. Mereka berbicara tentang hal-hal biasa bertanya kabar keluarga, membicarakan hal-hal sepele tetapi juga secara blak-blakan membual tentang kekejaman, penjarahan, dan kebrutalan yang mereka lakukan. Di sisi lain, kita disuguhi pemandangan sunyi dari desa-desa dan kota-kota di Ukraina yang telah hancur. Kamera secara perlahan bergerak melewati rumah-rumah yang terbakar, ladang-ladang yang hangus, dan sisa-sisa kehidupan yang tercerai-berai. arak antara kengerian yang diceritakan dalam audio dengan keheningan puing-puing yang ditampilkan di layar menciptakan sebuah ketegangan yang sangat efektif. Film ini berhasil menunjukkan kekejaman perang tanpa harus menampilkan kekerasan secara langsung. Suara-suara para prajurit menjadi sebuah jendela ke dalam dehumanisasi yang terjadi, sebuah pengingat bahwa di balik kekejaman, ada manusia biasa yang bisa berbicara tentang hal-hal sehari-hari. Sutradara Karpovych dengan cerdas menggunakan kontras ini untuk menyoroti ironi dan kegilaan perang. Film ini memaksa penonton untuk memproses informasi dan emosi secara simultan. Ini adalah sebuah pengalaman sinematik yang kuat, yang akan membuat Anda berpikir dan merasa jauh setelah film berakhir. Film ini juga menjadi sebuah dokumen sejarah yang penting, memberikan kesaksian otentik dari salah satu sisi konflik.
