Galang

“Sabtu Kelabu Galang”

GALANG

“Galang” adalah film yang berani dan penting, sebuah drama yang menyoroti salah satu tragedi kelam dalam sejarah musik underground Indonesia. Disutradarai oleh Adriyanto Dewo (yang sebelumnya menggarap Tabula Rasa dan Mudik), film ini menggunakan peristiwa nyata sebagai latar belakang untuk sebuah kisah fiksi yang sangat personal tentang trauma, dendam, dan pencarian jati diri. Film ini berlatar tahun 2008, terinspirasi dari Tragedi AACC (Asia-Africa Cultural Center) di Bandung. Kisahnya berpusat pada Galang (diperankan oleh Elang El Gibran), seorang remaja yang tidak menyukai musik underground. Suatu hari, ia menolak ajakan kakaknya, Maryam (Laras Sardi), untuk menonton konser sebuah band bernama AXFIKSIA. Tragisnya, terjadi kericuhan di konser tersebut, yang menewaskan banyak korban, termasuk Maryam. Merasa bersalah dan ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, Galang menyusup ke dalam lingkaran skena musik underground dengan berpura-pura menjadi penggemar. Di sana, ia bertemu dengan Asmara (Asmara Abigail), manajer band AXFIKSIA, yang membantunya masuk sebagai kru. Selama perjalanannya ini, Galang tidak hanya menemukan fakta di balik kematian kakaknya, tetapi juga berhadapan dengan dirinya sendiri dan menemukan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia duga. Kekuatan terbesar “Galang” terletak pada cera pandangnya dalam merefleksikan suasana skena musik underground pada era 2000-an. Sutradara Adriyanto Dewo berhasil menangkap semangat dan energi dari subkultur ini, dibantu dengan kehadiran musisi-musisi asli seperti Buluk “Superglad” dan Iyo “Pure Saturday” sebagai cameo. Film ini tidak hanya menampilkan musiknya, tetapi juga menunjukkan nilai-nilai persaudaraan yang kuat dan perjuangan para musisi independen. Elang El Gibran memberikan penampilan yang solid sebagai karakter utama. Ia berhasil memerankan Galang dengan kerentanan dan kebingungan, menunjukkan perubahan karakter dari seorang yang apatis menjadi seseorang yang penuh dengan tujuan. Chemistry-nya dengan Asmara Abigail juga terasa alami dan menjadi salah satu daya tarik film.

By:


Tinggalkan komentar