Comme un Fils

“Harapan dan Kesempatan Kedua” 

Comme un Fils

“Comme un Fils” adalah film yang menyentuh dan kuat, sebuah potret yang jujur tentang pertemuan antara dua dunia yang berbeda. Disutradarai oleh Nicolas Boukhrief, film ini mengajak penonton untuk merenung tentang peran seorang pendidik, tanggung jawab sosial, dan kekuatan empati yang mampu mengubah takdir seseorang. Film ini berpusat pada Jacques Romand (diperankan oleh Vincent Lindon), seorang guru sekolah menengah yang berdedikasi namun dilanda kekecewaan dan kelelahan mental. Suatu malam, di sebuah jalanan gelap, ia menemukan Idrissa (Mohamed El Acha), seorang remaja imigran tanpa dokumen yang sedang dikejar polisi karena mencuri. Alih-alih membiarkannya, Jacques secara impulsif memutuskan untuk membantu Idrissa. Pertemuan yang tidak terduga ini menciptakan sebuah ikatan rapuh yang perlahan tumbuh menjadi hubungan yang bermakna. Jacques, yang sebelumnya merasa kehilangan arah, menemukan kembali tujuannya dalam diri Idrissa. Ia bertekad untuk membantu remaja ini keluar dari jerat masalahnya, melindunginya dari bahaya jalanan, dan memberinya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sementara itu, Idrissa, yang awalnya curiga, mulai membuka diri dan belajar untuk mempercayai orang lain. Hubungan mereka adalah sebuah pelajaran tentang keberanian untuk percaya dan harapan di tengah situasi yang tampaknya tanpa harapan. Lindon berhasil menghidupkan karakter Jacques dengan kerentanan dan kehangatan yang mendalam. Ia mampu menyampaikan kebaikan hati dan idealismenya yang tersembunyi tanpa terlihat klise. Pendatang baru Mohamed El Acha juga memberikan penampilan yang sangat meyakinkan, membuat karakter Idrissa terasa otentik dan penuh dengan sisi-sisi yang kompleks. Sutradara Nicolas Boukhrief menyajikan cerita ini dengan realisme yang brutal namun humanis. Ia tidak menghakimi karakter-karakternya dan menolak untuk memberikan jawaban yang mudah. Sebaliknya, ia menyoroti kompleksitas masalah sosial seperti kemiskinan, imigrasi, dan sistem pendidikan yang cacat dengan cara yang sangat personal dan emosional.

By:


Tinggalkan komentar