How To Be Normal and The Oddness of The Other World 

“Realitas dan Halusinasi Berbaur dalam Kekacauan” 

How To Be Normal and
The Oddness of The Other World

“How To Be Normal and The Oddness of The Other World” adalah film debut sutradara Florian Pochlatko yang langsung mencuri perhatian di Festival Film Internasional Berlin 2025 dan menjadi film pembuka Festival Film @100persenmanusia. Film ini bukan sekadar drama biasa tentang isu kesehatan mental, melainkan sebuah eksplorasi visual yang berani dan sureal tentang arti “normalitas” dalam dunia yang semakin kacau. Film ini mengikuti kisah Pia (Luisa-Céline Gaffron), seorang wanita muda yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa. Ia kembali ke rumah orang tuanya di pinggiran kota Wina dengan harapan bisa membangun kembali hidupnya. Namun, ia segera menyadari bahwa dunia di luar tidak kalah tidak stabilnya dengan dirinya sendiri. Di tengah perjuangannya untuk beradaptasi dengan pekerjaan baru, patah hati, obat-obatan, dan stigma sosial, ia terperosok ke dalam realitas yang semakin tidak terkendali. Kekuatan utama film ini terletak pada pendekatan sinematiknya yang unik.

Sutradara Pochlatko menempatkan penonton sepenuhnya di dalam perspektif Pia. Batasan antara realitas dan halusinasi menjadi kabur, membuat kita ikut meragukan apa yang sesungguhnya nyata. Adegan-adegan sureal seperti wajah yang diselimuti plastik, badut, atau bahkan transformasinya menjadi monster raksasa, berfungsi sebagai metafora visual yang kuat untuk kecemasan dan perasaan terasing yang dialami Pia. Secara keseluruhan, “How To Be Normal and The Oddness of The Other World” adalah sebuah karya seni yang provokatif dan cerdas. Film ini dengan berani mempertanyakan siapa yang berhak mendefinisikan apa itu “normal” dan mengajak kita untuk lebih berempati terhadap orang-orang yang berjuang dengan kesehatan mental. Bagi para penonton yang mencari tontonan yang tidak biasa, menantang, dan artistik, film ini adalah pilihan yang sangat tepat.

By:


Tinggalkan komentar